jembatanambrukdJembatan penghubung dua kecamatan di Probolinggo, ambruk. Jembatan peninggalan kolonial Belanda, yang dibawahnya dialiri air Sungai Sumber Kerang, Kecamatan Gending, ambruk setelah curah hujan tinggi.

Jembatan tua sepanjang 6 meter ambruk sekitar pukul 01.00 WIB, Rabu (4/3/2015). Bahkan sebuah truk terjebak di atas jembatan dan proses evakuasi.

Jembatan yang merupakan akses utama penghubung dua kecamatan, Banyu Anyar dan Gending ini membuat sebagian besar warga kesulitan mencari jalan alternatif. Bahkan, para pelajar harus mencari jalan alternatif untuk berangkat ke sekolah. Bahkan mereka banyak yang tidak sekolah akibat jembatan ini.

“Selama jembatan ini belum dilakukan perbaikan, masyarakat di dua kecamatan ini pastinya kesulitan. Karena jembatan ini adalah satu-satunya akses utama di dua Kecamatan ini,” kata Habibi, salah satu warga setempat.

Pantauan detikcom, hingga pukul 07.30 WIB, tampak puluhan pelajar SD maupun SMP dan SMA, masih kebingungan mencari jalan.

“Sebetulnya ada jalan alternatif, tapi jalan itu cukup jauh dari sini dan harus mutar-mutar. Kalau anak pelajar jelasnya pasti telat ke sekolah,” imbuh Habibi.

Sementara air Sungai Banyu Biru masih keruh dan deras. Warga mengkhawatirkan hujan kembali deras dan sungai akan meluap.

200508_budiman

Aiptu Budiman kini telah meninggalkan masa lalunya jadi ‘ksatria’ jalanan. Rekam jejak sangarnya kini digantikan sosok humanis pengasuh pesantren. Perubahan Aiptu Budiman pun menuai pujian.

“Kalau memang dia sudah berubah dan membantu orang, ya harus diapresiasi,” kata anggota Komisi III Martin Hutabarat saat berbincang, Rabu (25/2/2015).

Budiman memang kini sudah berubah. Saat ini dia mengasuh anak-anak yatim di pesantren Madinah Darul Barokah di Purwakarta, Jawa Barat. Dia juga menjadi tokoh masyarakat wilayah tersebut.

Soal aksi Budiman di masa lalu, Martin mengatakan, jika memang dalam tugas, tewasnya penjahat di tangan Aiptu Budiman bisa dibenarkan. Kemungkinan besar aksi-aksi sangar Budiman atas perintah atasannya.

“Kalau melaksanakan itu dalam rangka tugasnya, tentu ada yang mengetahui, tentu ada perintah atasannya. Apa pantas kepada mereka diminta pertanggungjawabannya?” ujar Martin.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) juga memuji Aiptu Budiman. Budiman masuk dalam kandidat Kompolnas award yang akan digelar sekitar Maret atau April. Kompolnas award ini diberikan kepada polisi berprestasi.

“Kami memberikan apresiasi pada Budiman, dan kami mengharapkan ada Budiman-Budiman lainnya,” jelas Komisioner Kompolnas Edy Hasibuan, Rabu (25/2).

102349_mayatbayi

Petugas kebersihan di sekitar area Mal Ramayana Ciledug, Tangerang, kaget ketika menemukan sesosok bayi baru lahir di tempat sampah. Bayi itu disebut warga sekitar sudah meninggal dunia.

Gary, salah seorang pembaca detikcom yang melintas di lokasi penemuan bayi melaporkan hal ini ke pasangmata.com, Rabu (4/3/2015). Menurutnya, bayi itu ditemukan di tempat sampah, lalu dibawa ke trotoar oleh warga, hingga akhirnya menarik perhatian.

“Tadi saya melihatnya sekitar jam 07.00 WIB. Lokasinya di depan Mal Ramayana Ciledug, samping RS Sari Asih,” terang Gary kepada detikcom.

Bayi itu sudah ditutupi sebuah kain dalam kardus cokelat. Warga yang menemukannya mengatakan pada Gary bahwa bayi itu sudah meninggal dunia sehingga harus ditutup. Jenis kelaminnya tak terlihat oleh Gary.

“Sudah mulai bau juga, akhirnya dibawa sama Polsek Ciledug,” tambahnya.

Belum jelas, siapa yang membuang bayi itu. Tak ada yang mengira ada orang yang tega membuang bayi di tempat sampah.

Petugas piket Polsek Ciledug saat dikonfirmasi membenarkan soal temuan ini. Namun, jenazah bayi sudah dibawa ke rumah sakit. “Kalau meninggal sudah dibawa ke rumah sakit,” ucap petugas tersebut.