Saturday 01st November 2014,
ACEHIMAGECOM

Kronologi Sebelum Kejadian Pembunuhan Putri Versi Keluarga

admin 13/08/2013 News No Comments
acehimage.com

Putri Andriani

Lhoksukon – Kasus pembunuhan Putri Andriani (20) warga gampong Rayeuk Minje kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, memang telah mendapatkan titik terang. Pasalnya pihak Kepolisian Resort Lhokseumawe yang menangani kasus ini telah mengantongi identitas pelaku pembunuhan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres Lhokseumawe AKBP Joko Surahmanto melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi kepada The Globe Journal mengatakan, menurutnya pihak Kepolisian telah mengantongi tersangka pembunuhan yang mayatnya ditemukan di Jeulikat, Blang Mangat, Lhokseumawe, Sabtu kemarin (10/8) sekitar pukul 11.30 WIB.

“Tersangka pelaku pembunuhan telah kita ketahui dan telah mengantongi identitasnya, namun belum ditemukan tersangkanya, namun identitasnya masih kami rahasikan,” ujar Supriadi.

Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga korban menceritakan kronologi sebelum kejadian pembunuhan tersebut. Veriadi (24) abang kandung korban kepada The Globe Journal secara eklusif, Senin malam (12/8/2013) menceritakan kronologis sebelum kejadian maut tersebut terjadi.

Jum’at, 09 Agustus 2013

Pukul 10.00 WIB
Kenalan Putri (yang diduga sebagai tersangka oleh keluarga Putri, red) bersilaturrahmi ke rumah Putri bersama satu orang kawannya. Mengetahui adanya tamu, Veriadi menanyakan pada Putri siapa tamu tersebut, Putri menjawab temannya, berinisial Is warga Sumbok Rayeuk, kecamatan Nibong, Aceh Utara.

Pukul 10.30 WIB
Kedua tamu tersebut pamit pulang. Kemudian Putri berfoto-foto bersama adik dan ibunya, saat itu Putri dalam keadaan ceria.

Pukul 14.00 WIB
Seusai shalat Jum’at berlangsung, Putri dan Ibunya berkunjung ke kediaman guru pengajian Putri yang tidak jauh dari rumah Putri.

Pukul 14.30 WIB
Tiba kembali di rumahnya, Putri tidur sejenak. Kemudian Putri terbangun dan mencoba pinjam sepeda motor milik abangnya untuk makan bakso di Simpang Rangkaya.

Pukul 15.00 WIB
Putri berangkat meninggalkan rumah menuju Simpang Rangkaya untuk makan bakso.

Pukul 15.30 WIB
Veriadi, abang kandung Putri mengirimkan pesan singkat kepada Putri untuk pulang karena sepeda motornya mau dipakai. Namun pesan singkat tersebut tidak ada balasan, bahkan Veriadi mencoba menelpon Putri namun tidak diangkatnya. Telepon selular milik Putri tetap aktif saat itu.

Pukul 16.00 WIB
Putri masih belum ada kabar, pihak keluarga masih tetap mencoba menghubungi Putri.

Pukul 20.00 WIB
Pihak keluarga menghubungi saudaranya yang bekerja di Telkomsel Banda Aceh untuk mengecek posisi nomor kontak Putri. Saudaranya menjawab, titik akhir posisi nomor kontak sebelum dimatikan tersebut berlokasi di Aceh Timur.

Pukul 21.00 WIB
Pihak keluarga timbul curiga kepada tamu yang mengunjungi rumah Putri pagi tadi, kemudian pihak keluarga menuju kediaman tamu tersebut. Awalnya dirumah tamu tersebut yang berada di Sumbok Rayeuk tidak ada pemilik rumah, karena tidak ada pemilik rumah pihak keluarga Putri pun Pulang.

Pukul 22.00 WIB
Keluarga Putri kembali ke Sumbok Rayeuk, kemudian berjumpa dengan Ibu si tamu tersebut berbincang dan pihak keluarga Putri meminta untuk melihat sepeda motor, mungkin sepeda motor Putri disimpan di rumah tersebut.

Pukul 23.00 WIB
Veriadi, abang kandung Putri masih belum percaya. Dirinya pun kembali ke rumah tamu tersebut untuk mengecek ulang keberadaan Putri dan sepeda motornya. Beberapa pemuda yang berada di Simpang Sumbok menghampiri Veriadi, karena pemuda tersebut mendengar adiknya hilang. Kemudian salah seorang dari pemuda tersebut adalah keluarga si tamu yang bernama Syifa. Syifa mengakui melihat keberadaan Putri menggunakan sepeda motor dan memakai baju merah dan jilbab merah di bengkel yang berada didepan rumah si tamu. Pada waktu yang bersamaan, Ayah kandung Putri menuju ke Mapolsek Tanah Luas untuk memberikan laporan atas kehilangan Putri.

Pukul 23.45 WIB
Timbul kecurigaan pihak keluarga Putri atas informasi tersebut, salah seorang anggota Polsek Tanah Luas menuju rumah si tamu. Kemudian anggota Polsek tersebut mengharapkan kepada pihak keluarga Putri agar bisa menemukan si tamu tersebut, karena posisi terakhir Putri berada bersamanya.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Pukul 00.00 WIB
Pihak keluarga Putri yang dibantu beberapa pemuda gampong Rayeuk Minje berangkat untuk mencari keberadaan si tamu tersebut. Tanpa hasil, namun mereka kembali mengatur strategi untuk mencari sosok misterius tersebut.

Pukul 03.00 WIB
Pihak keluarga mendapatkan informasi bahwa Putri disekap di kawasan Ujong Blang, Lhokseumawe, kemudian tim pencarian tersebut menuju ke Ujong Blang sebagian berjaga-jaga di simpang Selat Malaka, simpang Polantas, dan di kawasan Los Kala untuk mengantisipasi lolosnya si target.

Pukul 07.00 WIB
Veriadi menuju ke tempat Putri bekerja di Halteks Studio di Kota Lhokseumawe, dirinya beranggapan kemungkinan Putri ada di tempat tersebut. Berjumpa dengan salah seorang di Halteks, kemudian orang tersebut mengatakan Putri tidak ada di studio tersebut.

Pukul 08.00 WIB
Veriadi mengelilingi Kota Lhokseumawe untuk kembali mencari target.

Pukul 08.30 WIB
Veriadi menghubungi tim pencari yang berada dibeberapa titik, simpang Selat Malaka, simpang Polantas dan di Los Kala untuk kembali ke rumah di gampong Rayeuk Minje, Tanah Luas.

Pukul 09.15
Setibanya dirumah, Ibunya memiliki firasat sehingga berkata dan berharap agar bisa memeluk anaknya (Putri, red) untuk yang terakhir kalinya.

Pukul 10.00 WIB
Keluarga Putri mencoba menghubungi sanak saudara dan kerabat untuk memberikan informasi terkait kehilangan Putri, agar dapat memudahkan mengetahui keberadaannya.

Pukul 14.00 WIB
Pihak keluarga mendapatkan informasi melalui telepon selular dari rekan kerja Putri di Halteks Studio, bahwa telah ditemukan sesosok mayat perempuan muda dikawasan Jeulikat, Blang Mangat Lhokseumawe. Setelah mengetahui informasi tersebut, Veriadi dan Ayahnya langsung menuju Jeulikat tanpa memberitahukan kepada Ibunya.

Pukul 14.30 WIB
Setibanya di Punteut, rekan kerja Putri kembali menghubungi Veriadi menanyakan warna baju yang dipakai Putri pada hari terakhir. Saat itu juga rekan kerja Putri tersebut mengarahkan Veriadi dan Ayahnya untuk menuju RSU Cut Meutia di Buket Rata, karena jenazah telah dibawakan ke RS tersebut.

Pukul 14.45 WIB
Bersamaan tiba Veriadi dan Ayahnya di Rumah Sakit, mobil ambulans yang membawa jenazah Putri juga tiba di RSU Cut Meutia.

Pukul 15.00 WIB
Veriadi dan Ayahnya melihat wajah jenazah, dan memastikan jenazah tersebut adalah Putri adiknya.

Pukul 15.10 WIB
Dimasukkan ke ruangan visum oleh pekerja medis untuk di otopsi.

Pukul 17.30 WIB
Jenazah Putri diberangkatkan menuju rumah duka di gampong Rayeuk Minje, Tanah Luas, Aceh Utara.

Pukul 20.30
Setelah di shalatkan, jenazah Putri diberangkatkan menuju Desa Pante Teupin Punti, Syamtalira Aron, untuk dikebumikan.

Pukul 21.00 WIB
Jenazah Putri dikebumikan.

Like this Article? Share it!

About The Author

Leave A Response